Categories
Repo

DNA, Presensi, dan BAP Perkuliahan MK Investasi & Pasar Modal Genap 2021-22 Kls. A2 Manajemen S2 SPS UHAMKA

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16786/

DNA, Presensi, dan BAP Perkuliahan MK Investasi & Pasar Modal Genap 2021-22 Kls. A2 Manajemen S2 SPS UHAMKA

Diponegoro, Ahmad

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16786/1/adipone-DNA-InvPM-gn21-22.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Laporan Penelitian Cornelis Bety Awaludin Analisis Persepsi Transportasi Publik

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16787/

Laporan Penelitian Cornelis Bety Awaludin Analisis Persepsi Transportasi Publik

Cornelis, Novianus

Keselamatan transportasi merupakan sesuatu yang harus ada dalam transportasi publik
agar setiap orang terhindar dari resiko kecelakaan selama perjalanan, di Indonesia kecelakaan
transportasi jalan telah menjadi masalah yang serius di banyak negara, termasuk di Indonesia.
Di seluruh dunia, kurang lebih 95% kecelakaan terjadi pada moda transportasi jalan, dan
sisanya pada moda transportasi lainnya (Miaou et al, 2003). Di Indonesia, sepanjang tahun
2005, Departemen Perhubungan Republik Indonesia (2006) mencatat bahwa dari 20.928
kecelakaan transportasi, 98,54% terjadi pada moda transportasi jalan.
Berdasarkan data kejadian kecelakaan di Jakarta menunjukkan bahwa selama kurun
waktu 2015-2019, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan rata-rata 4,87 persen per
tahun. Kenaikan pada jumlah kecelakaan ternyata diikuti pula oleh kenaikan pada jumlah
korban meninggal dunia dan luka ringan yaitu masing-masing 1,41 persen dan 6,26 persen.
Namun nilai kerugian materi akibat kecelakaan mengalami peningkatan rata-rata 4,23 per
tahun. (BPS RI, 2019)
Jakarta sebagai pusat bisnis dan perkantoran memerlukan moda transportasi yang baik
dan aman tidak hanya bagi masyarkat umum tetapi bagi para pekerja urban yang berasal dari
daerah penyanggah Jakarta yang bekerja diberbagai kawasan Jakarta, dimana setiap tahunnya
moda transportasi di Jakarta mengalami pengembangan yang cukup pesat dari segi peningkatan
jumlah transportasi, pilihan transportasi dan semakin terintegrasi antar moda transportasi,
namun pengembangan transportasi publik harus juga dibarengi oleh penambahan fasilitas
penunjang, manajemen transportasi yang baik, serta jaminan keselamatan pada transportasi
publik. Persepsi pekerja urban di Jakarta mengenai keselamatan transportasi mempunyai
peranan penting agar pekerja dapat memahami dan menafsirkan suatu keadaan yang berbahaya
dan berisiko dalam menggunakan transportasi publik

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16787/1/penelitian%20laporan%20CORNELIS_BETY.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengabdian Masyarakat Peningkatan Kewaspadaan Komplikasi Hipertensi

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16788/

Pengabdian Masyarakat Peningkatan Kewaspadaan Komplikasi Hipertensi

Betty Semara Laksmi, Betty

Permasalahan: sarana kesehatan yang ada di pulau Pari berupa sebuah Pos Kesehatan dan Posyandu, dengan sarana pelayanan dan petugas yang terbatas. Puskesmas berada di pulau lain yaitu pulau Lancang Besar yang membutuhkan waktu selama satu jam menggunakan kapal motor. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara (apakah pernah didiagnosis tenaga Kesehatan dan/atau pernah minum obat hipertensi sebesar 8,84 % dari populasi. Prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran mengalami kenaikan dari 26,5% pada Riset Kesehatan Dasar 2013 menjadi 34,11 % pada 2018. Dengan kondisi wilayah dan latar belakang sosio budaya tersebut di atas apakah masyarakat pulau Pari memahami bahaya dan komplikasi hipertensi.
Solusi yang ditawarkan adalah edukasi tentang penyebab, gejala dan tanda hipertensi, serta bagaimana upaya pencegahan hipertensi mulai dari pencegahan primer, sekunder, tertier sampai pencegahan timbulnya komplikasi bagi penderita hipertensi.
Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan dengan dialog interaktif pada masyarakat pulau Pari sebanyak 33 peserta, yang sebagian besar adalah ibu-ibu.
Capaian luaran adalah bahwa pemahaman tentang pencegahan, cara minum obat, komplikasi hipertensi dipahami dengan sangat baik oleh para peserta sebesar 90,9%.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16788/1/1.%20BETY%20LAPORAN%20PARI%202021.pdf

Unduh!

Categories
Repo

BAP

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16795/

BAP

Hamid Al Jufri, Jufri

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16795/1/BAP%20TTI%202F.pdf

Unduh!

Categories
Repo

SK WAKIL DEKAN II FK UHAMKA

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16797/

SK WAKIL DEKAN II FK UHAMKA

Betty Semara Laksmi, Betty

NOMOR 321/A.01.01/2022 OLEH REKTOR

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16797/1/321%20SK%20PENGANGKATAN%20WAKIL%20DEKAN%20II%20FK%20an.%20BETTY%20SEMARA%20LAKHSMI.pdf

Unduh!

Categories
Repo

PENUNJAGANG

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16798/

PENUNJAGANG

Azhar, Ervin

Berisi SK dan Sertifikat Penunjang Kegiatan 2021-2022 Semester Genap

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16798/1/5.%20Dr.%20Ervin%20Azhar%2C%20S.Si%2C%20M.Pd..pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/

Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Hendrastiani, Seli

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Budaya Organisasi,
Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu
Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja sebagai variabel
independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk yang berjumlah 140 karyawan. Teknik pemilihan sampel
menggunakan slovin, diperoleh berjumlah 103 orang sebagai responden. Teknik
pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan
skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji
normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi,
pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien
korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y)
mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 38.35 dengan standar deviasi sebesar
3.882. Variabel Budaya Organisasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
40.75 dengan standar deviasi sebesar 4.445. Variabel Motivasi Kerja (X2)mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 35.96 dengan standar deviasi sebesar
4.589. Variabel Kepuasan Kerja (X3) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar
38.23 dengan standar deviasi sebesar 3.991.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ = 0.403 + 0.191
X1 + 0.323 X2 + 0.390 X3. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual
berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi
heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan
model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0.627 artinya variabel independen budaya
organisasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja mampu mempengaruhi variabel
dependen kinerja karyawan adalah sebesar 62.7% sedangkan sisanya sebesar
37.3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu budaya organisasi (X1) menunjukkan thitung
sebesar 3.365 > 1.660, tingkat signifikansi 0.001 < 0.05 maka Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Motivasi Kerja (X2) menunjukkan thitung sebesar 4.977 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Kepuasan Kerja (X3) menunjukkan thitung sebesar 4.954 > 1.660, tingkat signifikansi 0.000 < 0.05 maka Kepuasan Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan Fhitung sebesar 58.164 > F 0.05 (3:99) = 2.70 dengan tingkat
signifikansi 0.000 < 0.05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Budaya Organisasi (X1) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.320 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.447 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Kepuasan Kerja (X3) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0.446 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan. Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) = 0.799 berarti ketiga variabel yaitu Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang kuat (berada pada interval 0.60-0.799) dan positif terhadap kinerja karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16747/1/FEB_MNJ_1402015158_Seli%20Hendrastiani.pdf Unduh!

Categories
Repo

SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril F1

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16773/

SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt Steril F1

Gusmayadi, Inding

Bukti kinerja pengajaran semester genap 2021-2022

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16773/1/SK-BAP-Hadir-Nilai-Prakt%20Steril%20F1.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Departemen Painting Piano PT. Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/

Pengaruh Pelatihan Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Departemen Painting Piano PT. Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta

Muthia, Siti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan
motivasi terhadap kinerja karyawan pada departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Variabel yang di teliti adalah pelatihan
kerja dan motivasi sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel
terikat pada departemen painting piano PT Yamaha Music Manufacturing
Pulogadung Jakarta. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan departemen
painting piano PT Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Data
penelitian ini bersifat primer yang di kumpulkan dengan cara menyebar kuesioner.
Dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik random sampling yaitu karyawan departemen painting piano PT
Yamaha Music Manufacturing Pulogadung Jakarta. Teknik pengumpulan data
menggunakan pengolahan dan analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas,
analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, uji koefisien
determinasi dan koefisien korelasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan pelatihan kerja dan motivasi
berpengaruh terhadap kinerja karyawan departemen painting piano PT Yamaha
Music Manufacturing Pulogadung Jakarta.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16748/1/FEB_MNJ_1402015168_Siti%20Muthia.pdf

Unduh!

Categories
Repo

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Human Resource Development PT. Sprint Asia Technology)

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Human Resource Development PT. Sprint Asia Technology)

Sanjaya, Ipada Putra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Dalam penelitian ini digunakan metode survei. Variabel yang digunakan yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja sebagai variabel independen dan variabel Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan PT. Sprint Asia Technology, yang berjumlah 80 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan sample jenuh, sehingga diperoleh sampel berjumlah 80 orang sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukurannya menggunakan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), analisis koefisien korelasi parsial dan koefisien korelasi berganda.
Hasil Analisis Statistik Deskriptif yaitu variabel Kinerja Karyawan (Y) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 82,88 dengan standar deviasi sebesar 4,144. Variabel Motivasi (X1) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 84,44 dengan standar deviasi sebesar 4,222. Variabel Disiplin Kerja (X2) mendapati hasil rata-rata (mean) sebesar 83,16 dengan standar deviasi sebesar 4,158.
Hasil model regresi linear berganda yang diperoleh yaitu ̂ =1,357 + 0,316 X1 + 0,370 X2 + e. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, tidak terjadi autokorelasi sehingga dapat diinterprestasikan model regresi mempunyai sifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Nilai Adjusted R2 sebesar 0,457 artinya variabel independen motivasi dan Disiplin Kerja mampu mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan adalah sebesar 45,7% sedangkan sisanya sebesar 54,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini.
Hasil uji statistik t variabel yaitu Motivasi (X1) menunjukkan thitung sebesar 3,652 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Motivasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya nilai thitung variabel yaitu Disiplin Kerja (X2) menunjukkan thitung sebesar 4,271 > 1,66482, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 maka Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan F hitung sebesar 34,217 > F 0.05 (3,96) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Motivasi dan Disiplin Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi (X1) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,360 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif rendah dan signifikan. Nilai koefisien korelasi parsial variabel Motivasi Kerja (X2) dan variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 0,421 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat hubungan positif sangat kuat dan signifikan. Analisis koefisien korelasi berganda diketahui bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) R) = 0,686 berarti kedua variabel yaitu Motivasi dan Disiplin Kerja secara bersama-sama mempunyai tingkat hubungan yang kuat (berada pada interval 0,60- 0,799) dan positif terhadap kinerja karyawan. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16749/1/FEB_MNJ_1402015200%20_Ipada%20Putra%20Sanjaya.pdf Unduh!