http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16949/
HKI Buku Pemahaman Konsep Literasi Gender
Yoce Aliah Darma, Yoce
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16949/1/Haki%20Pemahaman%20Konsep%20Literasi%20Gender.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16949/
HKI Buku Pemahaman Konsep Literasi Gender
Yoce Aliah Darma, Yoce
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16949/1/Haki%20Pemahaman%20Konsep%20Literasi%20Gender.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16950/
HKI VIDEO PEMBELAJARAN IPS SMP KELAS IX “TEMA ISU GLOBAL”
Suswandari, Suswandari
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16950/1/HAKI%20sertifikat_Rekaman%20Video%20Pembelajaran%20IPS%20SMP%20Kelas%20IX%20Tema%20Isu%20Global.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16909/
Gambaran Kecelakaan Kerja Sopir Bus Mayasari Bakti Jurusan Kp. Rambutan – Kalideres Pool Ciracas Jakarta Timur Tahun 2017
Andhika, Damas
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat melindungi dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat melindungi dan bebas dari kecelakaan kerja pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kendaraan, faktor sopir, lama mengemudi, dan pengetahuan lalu lintas terhadap keselamatan kerja sopir bus Mayasari Bakti Jurusan Kp. Rambutan – Kalideres Pool Ciracas Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitiannya. Penelitian ini akan dilakukan di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur pada bulan September 2018. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu sebesar 53 responden yaitu seluruh sopir bus Mayasari Bakti jurusan Kp. Rambutan – Kalideres yang berjumlah 53 sopir. Hasil penelitian yang menunjukkan proporsi angka kecelakaan kerja dari seluruh responden (9,4%), responden kondisi kendaraan tidak aman (1,9%), responden dengan faktor sopir yang buruk (56,6%), responden berdasarkan lama mengemudi > 8 jam (52,8%), responden berdasarkan kurang baiknya pengetahuan lalu lintas (75,5%). Saran dari penelitian ini kepada sopir bus Mayasari Bakti jurusan Kp. Rambutan – Kalideres diharapkan untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam mengemudikan bus serta lebih diperbaiki waktu tidur atau waktu dalam beristirahat.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16909/1/FIKES_KESMAS_1405017034_DAMAS%20ANDHIKA.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16930/
Analisis Karakteristik Budaya Keselamatan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Tangerang Selatan Tahun 2020
Hutomo, Ibnu Afrianto
Karakteristik budaya keselamatan sebagai strategi untuk menumbuh-kembangka budaya keselamatan mencakup sikap dan perilaku yang terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik budaya keselamatan tahun 2020 dan untuk menganalisis kaji budaya keselamatan tahun 2019 yaitu dari karakteristik 1 sampai dengan karakteristik 5 karakterisitik 1 yaitu keselamatan sebagai nilai yang diakui dan dipahami, Karakterisitik 2 yaitu kepemimpinan dalam keselamatan terlihat dengan jelas, Karakterisitik 3 yaitu Akuntanbilitas dalam keselamatan terdefinisi dengan jelas, Karakterisitik 4 yaitu keselamatan terintegrasi dalam setiap kegiatan, dalam proses keselamatan terintegrasi dalam setiap kegiatan, Karakterisitik 5 yaitu keselamatan berkembang dari proses pembelajaran. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini terdapat 14 informan. Penelitian ini dilakukan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BATAN Tangerang Selatan Tahun 2020. Instrument yang digunakan yaitu dengan pedoman wawancara terstruktur dengan mengunakan telepon dan observasi, dengan analisis data menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Dengan Hasil Karakteristik 1 sampai dengan 5 sudah cukup baik dalam hal ini dalam proses pelaksanannya telah dilakukan dengan baik yang ditandai dengan tidak terdapatnya angka kecelakaan kerja di unit PTLR. Karena pekerja selalu membekali diri dengan perisiapan APD sebelum bekerja, walupun masih ada beberapa pekerja yang masih kurang dalam hal tersebut. Saran peneliti yaitu penambahan jumlah tenaga kerja dan menghimbau untuk mematuhi seluruh aturan prosedur yang berlaku saat bekerja.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16930/1/FIKES_KM_1605015213_IBNU%20AFRIANTO%20HUTOMO.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16910/
Pengaruh Pemberian Rebusan Air Tunas dan Biji Teratai (Nymphaea alba) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Posbindu Mawar Kramat Pela Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Tahun 2019
Aqmarina, Nurina
Hipertensi Tidak Tampak Mengerikan, Namun Bisa Membuat Penderita Terancam Jiwanya Oleh Karena Itu Hipertensi Dijuluki The Silent Disease. Di Indonesia Prevalensi Hipertensi Berada Pada Peringkat Tertinggi Dari 5 Penyakit Tidak Menular Sebesar Pada Tahun 2013 Meningkat Menjadi 34,1%. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Rebusan Tunas Teratai Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Sampel Dalam Penelitian Ini Anggota Posbindu Berusia 25-50 Tahun Yang Mempunyai Tekanan Darah Lebih Dari 120/80 Mmhg. Sampel Yang Diambil Secara Purposive Sampling. Responden Akan Diberikan Air Rebusan Tunas Dan Biji Bunga Teratai Selama 3 Hari. Pengukuran Tekanan Darah Dilakukan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Asupan Natrium Juga Dilihat Menggunakan FFQ-SQ. Penelitian Ini Menggunakan Quasi-Experimental Dengan Rancangan Pre-Post Group Design. Data Akan Dianalisis Dengan Uji Paired T-Test Atau Uji Wilcoxon. Jumlah Responden Penelitian Sebanyak 32 Orang Dengan Tekanan Darah Sistolik >125 Mmhg Dan Atau Tekanan Darah Diastolik >80 Mmhg. Responden Diberikan 200 Ml Air Rebusan Tunas Dan Biji Teratai Sebanyak 1 Kali Selama 3 Hari Penelitian. Air Rebusan Tunas Dan Biji Teratai Yang Diberikan Terbuat Dari 15 Gram Tunas, 10 Gr Biji Dan 350 Ml Air. Hasil Penelitian Ini Adalah Terdapat Rata-Rata Penurunan Tekanan Darah Sistolik Sebesar 8 Mmhg Dengan Nilai P = 0,000 (Nilai P<0,05) Dan Tekanan Darah Diastolik 7 Mmhg Dengan Nilai P = 0,000 (Nilai P<0,05). Pemberian Air Rebusan Tunas Dan Biji Teratai Secara Signifikan Dapat Menurunkan Tekanan Darah Sistolik Dan Tekanan Darah Diastolik Penderita Hipertensi Di Posbindu Mawar. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16910/1/FIKES_GIZI_%201505025102_NURINA%20AQMARINA.pdf Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16911/
Gambaran Kualitas Pelayanan Berbasis Syariah Rawat Inap Kelas 3 di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta Tahun 2019
Nurhayati, Adiya
Pelayanan kesehatan berjalan diatas prinsip-prinsip yang lebih memprioritaskan keuntungan dengan memberikan suatu dorongan untuk menerapkan pelayanan dengan prinsip-prinsip syariah demi menunjang pelayanan guna meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan berbasis syari’ah rawat inap kelas 3 di rumah sakit Nur Hidayah Bantul Yogyakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univarit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap kelas 3. Jumlah Populasi sebanyak 2687 .Jumlah sampel yang diambil terdiri dari 115 orang. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Hasil univariat menunjukkan dimensi kualitas pelayanan dan pelayanan syariah lebih banyak dalam katagori baik terdiri dari, tangible 76%, reliability 80%, responsiveness 77%, assurance 73%, emphaty 70%, rabbaniyyah 58%, akhlaqiyyah 92%, waqi’iyyah 69%, dan insaniyyah 91%.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16911/1/FIKES_KESMAS_1505015003_ADIYA%20NURHAYATI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16912/
Hubungan Pengetahuan Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi, Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Lingkar Lengan Atas Wanita Usia Subur Usia 15-18 Tahun Di SMAN 12 Kota Tangerang 2019
Khoirunnisa, Puja
Kurang energi kronis (KEK) merupakan kondisi dimana wanita usia subur memiliki berat badan yang rendah akibat dari kekurangan energi dan protein yang kronis. Faktor penyebab langsung kurang energi kronis (KEK) pada wanita usia subur yaitu asupan makan dan penyakit infeksi, sedangkan faktor penyebab tidak langsung yaitu pengetahuan gizi, pelayanan kesehatan, lingkungan, dan ketersediaan pangan. Seseorang dikatakan menderita kurang energi kronis (KEK) apabila pengukuran LILA <23,5 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Gizi, Riwayat Penyakit Infeksi, Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Kurang Energi Kronis Wanita Usia Subur Usia 15-18 Tahun Di Sman 12 Kota Tangerang 2019. Penelitian ini merupakan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian yaitu 87 siswi SMAN 12 Kota Tangerang menggunakan uji Chi-Square. Pengambilan data pada wanita usia subur dilakukan dengan cara mengukur lingkar lengan atas responden dengan menggunakan pita LILA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (P-value 0,05), asupan vitamin A (P-value 0,04) dengan lingkar lengan atas pada WUS, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi (P-value 0,8), asupan energi (P-value 0,7), asupan protein (P-value 0,6), asupan lemak (P-value 0,7), asupan vitamin C (P-value 0,1) dan asupan zat besi (P-value 0,7) dengan lingkar lengan atas WUS. Penelitian ini menyarankan agar SMAN 12 Kota Tangerang membuat kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan kesehatan bagi WUS. http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16912/1/FIKES_GIZI_1505025105_%20PUJA%20KHOIRUNNISA.pdf Unduh!
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16913/
Pengaruh Penyuluhan dan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Pria Usia Subur tentang Gizi Seimbang di RW 04 Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang Tahun 2019
Indriyani, Putri
Salah satu penyebab masalah gizi adalah karena minimnya pengetahuan. Kurangnya informasi yang didapatkan dilingkungan sekitar berdampak kepada pengetahuan seseorang, dalam menyampaikan sebuah informasi diperlukan adanya metode yang baik dan media yang dapat membantu proses penerimaan informasi tersebut. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti didapatkan hasil sebanyak 70% pria usia subur memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan dan media leaflet terhadap pengetahuan pria usia subur tentang gizi seimbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan pre-post test control group design. Penelitian ini dilakukan di RW 04 Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang Tahun 2019. Melibatkan 40 subjek penelitian masing-masing 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan gizi seimbang sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan dan media leaflet pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p value =0,000). Dan terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan sesudah diberikan intervensi pada kelompok kontrol dan intervensi (p value= 0,000). Dapat dieimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan dan media poster terhadap pengetahuan pria usia subur.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16913/1/FIKES_GIZI_%201505025106_PUTRI%20INDRIYANI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16914/
Analisis Kandungan Klorin (Cl2) Pada Beras Impor dan Non Impor Di Pasar Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Tahun 2019
Destianti, Alwinda
Klorin adalah unsur halogen berbentuk gas berwarna kuning kehijauan pada suhu normal dan berfungsi sebagai pemutih, penghilang noda maupun desinfektan. Pada saat ini klorin banyak digunakan untuk bahan pemutih beras agar beras tampak seperti berkualitas sehingga menarik dimata konsumen. Tujuan Penelitian untuk mengetahui kadar klorin pada beras di Pasar Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Jenis Penelitian ini yaitu kuantitatif untuk mengetahui kandungan dan kadar Klorin dengan melakukan Uji Reaksi Warna dan Uji Titrasi Iodometri. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 yaitu 13 sampel beras Non impor dan 2 sampel beras impor. Teknik Sampel yaitu Purposive Sampling.Instrumen Penelitian menggunakan Lembar Ceklist Observasi. Hasil penelitian dengan Uji reaksi warna, warna larutan menjadi biru lembayung menunjukkan positif mengandung klorin yang terdapat pada 5 beras Non Impor yaitu beras Rojolele, Solo, Saigon Bandung, Premium Bandung dan Mutiara. Beras Impor Thailand dan Pakistan tidak mengandung klorin. Uji Titrasi iodometri untuk mengetahui kadar klorin pada kelima beras tersebut. Kadar klorin paling tinggi yaitu beras Solo 18,54 ppm, beras Rojolele 18,01 ppm, beras Mutiara 11,31 ppm, beras Premium Bandung 10,60 ppm yang paling rendah yaitu beras Saigon Bandung 0,567 ppm. Menunjukkan bahwa kelima beras tersebut tidak layak dikonsumsi sesuai dengan Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. 003/Menkes/Per/XI/2012 tidak tercatatnya bahwa senyawa klorin diperbolehkan sebagai bahan tambahan makanan. Bagi dinas kesehatan melakukan pengecekan terhadap beras yang beredar di pasaran, dan mengedukasi para pedagang untuk mengetahui ciri-ciri fisik beras yang mengandung klorin.
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16914/1/FIKES_KESMAS_1505015009_ALWINDA%20DESTIANTI.pdf
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16915/
Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro (Fe, Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin
B12), Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja
Putri di SMP Negeri 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon
Melani, Putri Melani
Masalah gizi yang sering terjadi pada negara berkembang seringkali menjadi ancaman dalam pembanguanan suatu bangsa. Saat ini Anemia merupakan salah satu masalah utama yang di hadapi oleh Indonesia, khususnya anemia zat besi. Di Indonesia prevalensi anemia sebesar 21.7%, di mana 18.4% terjadi pada laki-laki dan 23,9% terjadi pada perempuan (Riskesdas, 2013). Umumnya penyaebab anemia pada remaja adalah peningkatat kebutuhan pada masa remaja, kurang asupan zat besi dan kehilangan sejumlah zat besi karena terjadi menarche atau menstruasi pertama yang membuat sejumlah zat besi terbuang. Anemia adalah
penurunan kuantitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi atau jumlah hemoglobin berada di bawah batas normal 12 gr/dl untuk perempuan dan 13 gr/dl untuk lakilaki (Depkes RI, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi mikro (Fe, vitamin A, vitamin C Dan vitamin B12), pola menstruasi dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik menggunakan desain Cross Sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIII. Jumlah sampel sebanyak 60 sampel yang dipilih dengan menggunakan taknik simple rendom sampling. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan asupan zat gizi mikro [zat besi (p=0.000), vitamin C(p=0.003) dan vitamin B12 (p=0.002)], siklus menstruasai (p=0.000) dan pola menstruasi (p=0.003). Tidak ada hubungan asupan vitamin A (p=0.898) dan status gizi (p=0.34).
http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/16915/1/FIKES_GIZI_%201505025106_%20Putri%20Melani.pdf